Apakah Leher Hitam Merupakan Salah Satu Tanda Obesitas?

0
30

Suratkabarnasional.com – Leher hitam terutama di bagian tengkuk ternyata bisa jadi tanda gangguan kesehatan pada tubuh. Bahkan, konon leher hitam termasuk salah satu tanda obesitas. Namun, apakah benar demikian?

Leher hitam di area tengkuk, bahkan terkadang bentuknya melingkar seperti daki yang tidak dibersihkan memang terlihat jorok. Orang mungkin mengira Anda tidak membersihkan diri dengan benar.

Padahal, leher hitam ini bukan hanya tanda Anda jorok hingga banyak daki di leher. Namun bisa jadi tanda masalah kesehatan, salah satunya obesitas.

Dilansir dari Mayo Clinic, leher hitam dalam dunia medis dikenal dengan istilah acanthosis nigricans. Kondisi ini menyebabkan area kulit terlihat seperti beludru gelap dan tebal pada lipatan-lipatan tubuh. Terutama terjadi di area ketiak, selangkangan, dan leher.

Kondisi ini terutama memengaruhi orang-orang dengan obesitas. Tanda utama dari masalah ini adalah kulit yang gelap, tebal, dan seperti beludru. Kondisi ini juga tidak muncul begitu saja, tetapi biasanya berkembang perlahan hingga kondisinya benar-benar gelap.

Pada beberapa kasus, acanthosis nigricans juga bisa menimbulkan rasa gatal, berbau hingga muncul kutil. Dilansir dari Verywell Health, acanthosis nigricans merupakan tanda resistensi insulin pada tubuh saat mengalami obesitas.

Warna acanthosis nigricans tidak selalu hitam. Hal yang pasti adalah ketika masalah ini muncul, akan ada perubahan warna kulit dari warna kulit normal seseorang. Oleh sebab itu, mereka yang berkulit lebih terang mungkin acanthosis nigricans yang dialami akan tampak berwarna kekuningan, sementara mereka yang berkulit lebih gelap akan melihatnya sebagai perubahan warna coklat yang lebih gelap.

Selain itu, acanthosis nigricans juga dapat menunjukkan tanda diabetes atau prediabetes. Hal ini memang saling berkaitan, sebab obesitas merupakan faktor risiko prediabetes dan diabetes.

Prediabetes adalah sindrom resistensi insulin, dimana organ tubuh menjadi resisten terhadap efek insulin yang dihasilkan pankreas. Obesitas sendiri menyebabkan resistensi insulin. Dari waktu ke waktu kondisi ini mengarah ke prediabetes kemudian menjadi diabetes tipe 2. Hal ini karena pankreas terbakar habis. Pankreas tidak dapat membuat insulin lagi untuk tubuh yang resisten karena pada dasarnya telah “menghabiskan” simpanan insulin dan kemampuannya untuk memproduksi kembali.

Lantas, apakah leher hitam obesitas dapat dihilangkan? Melansir Medical News Today, Anda bisa mengurangi warna hitam yang terjadi di leher akibat obesitas ini. Beberapa orang mencoba menghilangkannya dengan pengobatan topikal kosmetik. Berikut adalah beberapa contoh obat yang dapat digunakan

  1. Retinoid yang mengandung kombinasi tretinoin
  2. Amonium laktat, yang bisa digunakan orang dengan retinoid topikal
  3. Hidrokuinon
  4. Podophyllin, yang juga digunakan dokter untuk mengobati kutil
  5. Analog vitamin D, seperti kalsipotriol (kalsipotrien), yang mengurangi produksi keratinosit

Selain pengobatan topikal, Anda juga bisa melakukana prosedur yang dapat membantu pengobatan ini, meliputi:

  1. Dermabrasi atau sejenis pengelupasan kulit
  2. Laser alexandrite, sejenis laser dengan panjang gelombang spesifik 755 nanometer

Demikian penjelasan terkait leher hitam obesitas. Hal yang terpenting untuk menghindarinya adalah dengan selalu menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami obesitas.