Diteken Putin, Doktrin Baru AL Rusia Nyatakan AS Sebagai Pesaing Utama

0
77

Suratkabarnasional.com – Presiden Vladimir Putin menandatangani doktrin baru Angkatan Laut (AL) Rusia yang menjadikan Amerika Serikat (AS) sebagai pesaing utama. Doktrin itu juga menetapkan ambisi maritim global Rusia untuk wilayah-wilayah penting seperti Kutub Utara dan di Laut Hitam. Berbicara pada Hari Angkatan Laut Rusia di bekas ibu kota kekaisaran St Petersburg yang didirikan oleh Tsar Peter the Great, Putin memuji Peter karena menjadikan Rusia kekuatan laut yang hebat dan meningkatkan posisi global negara Rusia. Setelah menginspeksi Angkatan Laut, Putin membuat pidato singkat di mana dia memuji rudal jelajah hipersonik Zircon yang unik. Dia memperingatkan bahwa Rusia memiliki kekuatan militer untuk mengalahkan setiap agresor potensial.

Doktrin baru AL Rusia setebal 55 halaman diteken Putin sebelum dia berpidato. “Ancaman utama bagi Rusia adalah kebijakan strategis AS untuk mendominasi lautan dunia dan gerakan aliansi militer NATO lebih dekat ke perbatasan Rusia,” bunyi penggalan doktrin tersebut, seperti dikutip Reuters, Senin (1/8/2022). “Rusia dapat menggunakan kekuatan militernya dengan tepat untuk situasi di lautan dunia jika kekuatan lunak lainnya, seperti alat diplomatik dan ekonomi, habis,” lanjut doktrin tersebut. Putin tidak menyebutkan konflik di Ukraina selama pidatonya tetapi doktrin militer membayangkan penguatan komprehensif posisi geopolitik Rusia di Laut Hitam dan Azov. Doktrin itu juga menetapkan Samudra Arktik, yang Amerika Serikat telah berulang kali katakan bahwa Rusia sedang mencoba untuk melakukan militerisasi, sebagai wilayah yang sangat penting bagi Rusia.

Garis pantai Rusia yang luas sepanjang 37.650 km (23.400 mil), yang membentang dari Laut Jepang hingga Laut Putih, juga mencakup Laut Hitam dan Laut Kaspia. Putin mengatakan pengiriman rudal jelajah hipersonik Zircon ke fregat Admiral Gorshkov akan dimulai dalam beberapa bulan. “Lokasi penempatan mereka akan tergantung pada kepentingan Rusia,” katanya. “Kuncinya di sini adalah kemampuan Angkatan Laut Rusia… Ia mampu merespons dengan kecepatan kilat kepada semua orang yang memutuskan untuk melanggar kedaulatan dan kebebasan kami,” paparnya. Senjata hipersonik tersebut dapat melesat dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara, dan Rusia telah melakukan uji peluncuran Zircon sebelumnya dari kapal perang dan kapal selam selama setahun terakhir.