Kraken Sudah Masuk Ke Indonesia

0
53

Suratkabarnasional.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan Covid-19 sub-varian Kraken atau XBB 1.5 sudah terdeteksi di Indonesia, pada Rabu (25/01/2023) malam. Temuan sub-varian Covid-19, yang sementara disebut paling menular di dunia ini, berasal dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dari satu orang Polandia.

Penderita Covid-19 ini masuk ke Indonesia melalui Jakarta pada Jumat (06/01/2023) dengan hasil tes antigen negatif Covid-19. Ia lantas melanjutkan perjalanan ke Balikpapan dan melakukan tes PCR dengan hasil positif Covid-19.

Ia mengungkapkan, warga Polandia tersebut masuk ke Indonesia pada (06/01/2023) lewat Jakarta. “Kemudian dia ke Balikpapan tanggal 7 Januari, kemudian di rapid antigen negatif. Tanggal 11 Januari dia mau naik kapal jadi di PCR sebagai syarat masuk kapal, dan hasilnya positif,” ujar dia. Budi menyampaikan, saat ini pihaknya mendeteksi siapa saja yang melakukan kontak erat dengan warga Polandia tersebut.  Ia juga meminta masyarakat tak panik. Sebab, meski penyebarannya cepat, Kraken tidak menyebabkan gejala berat. “Jadi kalau sudah merasa tidak enak badan, periksa. Di tempat umum yang padat pakai masker,” ujar dia.  “Masyarakat juga harus tahu bahwa varian ini ringan, jadi pastikan booster-nya dilaksanakan,” kata Budi. Gejala varian kraken pada dasarnya tidak jauh berbeda dari varian Omicron dan turunannya. Berikut beberapa 10 gejala Covid-19 varian kraken yang paling sering dikeluhkan:

  1. Sakit tenggorokan
  2. Pilek
  3. Hidung tersumbat
  4. Bersin-bersin
  5. Batuk kering
  6. Sakit kepala
  7. Terkadang batuk berdahak
  8. Suara serak
  9. Sekujur badan sakit dan nyeri otot
  10. Hidung tidak peka bau atau tidak bisa mencium bau

Kabar baiknya, tingkat keparahan gejala Covid-19 varian kraken umumnya seperti varian omicron lainnya yang tidak sampai memicu gejala infeksi virus corona SARS-CoV-2 parah seperti delta atau pendahulunya.