Ngeri, Prajurit Komando Pasukan Katak di OnePride MMA

0
46

Suratkabarnasional – OnePride MMA Indonesia menantang para petarung terbaik dari seluruh pelosok negeri. Prajurit Angkatan Laut pun siap bertarung dengan mengusung julukan unik.

Menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) membanggakan Rendy Anjar Kusuma. Kini kebanggaannya bertambah dengan predikat lain, tentara yang juga terjun menjadi fighter pada kejuaraan olahraga bela diri paling bergengsi di Tanah-Air, yakni OnePride MMA Indonesia.

Rendy Anjar Kusuma memilih menyalurkan hobi beladiri taekwondo dengan menjadi fighter kelas bantam OnePride MMA Indonesia. Pemuda 29 tahun menekuni kegemarannya yang sejalan dengan profesinya sebagai tentara sejak menempuh pendidikan di Komando Pasukan Katak (Kopaska) Angkatan XLI selama 10 bulan.

Dari tempaan selama pendidikan pula, pemuda berdarah Melayu Bengkulu mendapat panggilan unik. “Setelah satu bulan menjalani pendidikan Kopaska, ada tradisi penggemblengan bernama hell week yang juga jadi saat pengambilan kata sandi untuk pengganti nama kita,” cerita Rendy.

Sebagai prajurit Angkatan Laut, Rendy dan rekan pun mengusung nama sandi yang mengacu pada hewan air. “Setiap kata sandi mengandung nama-nama jenis ikan, seperti cukil, cucut, barakuda, atau ikan layang. Nah dari sini, julukan saya berasal,” ucap pria yang menekuni bela diri sejak usia 14 tahun.

Sejak berdinas di Komando Armada 1 (Koarmada 1) Kopaska TNI-AL, Rendy Anjar Kusuma memiliki nama panggilan. “Mulai saat itu, saya selalu dipanggil Layang, bukan Rendy, kadang dipanggil dengan sebutan singkat Lay dan akhirnya saya memutuskan bahwa julukan saya berasal dari sini,” ungkap Rendy.

Layang dan Frog

Dengan panggilan Layang XLI, anak pertama dari tiga bersaudara lantas berpikir untuk menggabungkan sebutannya dengan kata yang khas di kesatuannya, Komando Pasukan Katak (Kopaska).

“Karena anggota Kopaska, saya gabungkan kata Lay dan Frog, akhirnya dapat julukan Layfrog XLI, ini julukan saya di atas oktagon saat baku hantam,” tutur Rendy yang menang ronde 1 atas Arfan Usman dengan teknik Rear Naked Choke (RNC) pada laga debutnya di Fight Night 45 OnePride MMA Indonesia.

Sebelum terjun sebagai Fighter OnePride, Rendy pernah menjadi atlet MMA amatir IMMAF di Bahrain. Medali perak sambo combat PON Papua XX dan medali emas kejuraan nasional sambo combat beregu menjadi koleksi sang prajurit Kopaska.