Ponsel Layar Lipat Samsung Bakal Semakin Murah?

0
54

Suratkabarnasional.com – Sejak 2019, Samsung mulai rajin menelurkan ponsel lipat ke pasaran, yakni melalui seri Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. Kedua ponsel kelas atas (flasghip) itu pun boleh dibilang sukses di pasar global. Kini, Samsung dilaporkan memiliki target baru untuk produk ponsel lipatnya, yaitu membumikan ponsel lipat (foldable phone) di masyarakat. Untuk mencapai ambisi tersebut, Samsung dilaporkan bakal membuat ponsel lipat dengan harga yang lebih murah. Menurut laporan media teknologi Slashgear, Samsung tengah bersiap untuk membuat ponsel lipat yang bisa dijual dengan banderol setengah harga dari jajaran Galaxy Z Fold dan Z Flip 3 saat ini.

Sebagai gambaran, saat ini, Samsung Galaxy Z Fold3 (2021) dijual seharga Rp 25 juta (12/256 GB). Sementara itu, Samsung Galaxy Z Flip3 dijual dengan harga Rp 16 juta (8/256 GB). Bila ambisi Samsung terealisasi, maka perusahaan asal Korea Selatan itu bakal bisa menghadirkan ponsel lipat dengan rentang harga Rp 8 juta – Rp 12,5 juta.

Siapkan ponsel lipat Galaxy A harga 11 jutaan?

Belakangan, rumor soal keberadaan ponsel lipat murah bikinan Samsung memang semakin santer terdengar. Pada awal Juni, pembocor gadget (tipster) ulung yang biasa mengumbar bocoran produk terbaru Samsung di Twitter, @chunvn8888, menyebutkan bahwa Samsung tengah bersiap membuat ponsel lipat versi lebih murah. Ponsel lipat murah itu diyakini masuk ke seri kelas menengah Samsung, yakni Galaxy A. Pada akhir Juni 2022, rumor itu pun ikut diamini oleh ET News, outlet media asal Korea Selatan yang kerap akurat memberikan bocoran.                                                                                                                                                                                                                                                                            ET News melaporkan bahwa Samsung tengah memproduksi smartphone lipat entry-level, atau kita sebut saja sebagai Galaxy A Fold/Flip, akan dijual dengan harga di bawah 1 juta won atau sekitar Rp 11,4 juta. Dengan tambahan biaya lain-lain, seperti pajak dan bea, ponsel lipat Galaxy A itu diprediksi bakal dijual dengan harga sekitar 800 dollar AS atau kira-kira Rp 11,8 juta. Meski begitu, ponsel lipat dengan harga murah ini tampaknya tidak bakal hadir dalam waktu dekat ini, setidaknya hingga tahun 2024.

 Tak bawa fitur premium? 

Menurut laporan ET News, Samsung mengakali harga murah itu dengan memangkas fitur premium yang dibawa Galaxy Z Fold dan Z Flip. Jadi, nantinya, ponsel lipat murah yang diyakini dari seri Galaxy A itu hanya akan membawa fungsi-fungsi inti saja. Sebagai model terbaru, Samsung Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 sendiri memang dibekali sejumlah teknologi mumpuni dan fitur premium. Misalnya, keduanya menjadi foldable device pertama di dunia yang dibekali dengan fitur ketahanan terhadap air dengan sertifikasi IPX8. Layar foldable phone Samsung tersebut juga dibekali kaca fleksibel “Ultra Thin Glass”. Ada pula pelumas baru pada engsel Galaxy Z Fold3 dan Galaxy Z Flip3 yang diklaim bisa tahan hingga 200.000 kali lipatan.

Namun, laporan ET News tidak merinci fitur premium mana yang bakal dipangkas Samsung. Slashgear memprediksi, Samsung kemungkinan besar tidak akan memangkas fitur premium yang berkaitan dengan ketahanan ponsel, termasuk soal material ponsel. Sebab, jika mengorbankan ketahanan, ponsel lipat versi murah bikinan Samsung itu kemungkinan menjadi rapuh dan mudah rusak. Hal ini berpotensi membuat calon pembeli malah takut untuk membeli ponsel lipat dengan ahrga realtif murah dari Samsung, Kamis (7/7/2022).