Prasasti Blanjong: Letak, Isi, dan Keunikan Yang Dimilikinya

0
45
Suratkabarnasional.com – Prasasti Blanjong merupakan peninggalan Kerajaan Bali atau Kerajaan Bedahulu. Prasasti Blanjong ditemukan di daerah Sanur, Bali, oleh arkeolog dan sejarawan Belanda bernama Willem Frederik Stutterheim pada 1930. Saat ditemukan, prasasti ini sudah cukup aus dan banyak bagian tulisannya yang tidak dapat terbaca lagi. Dari tulisan yang dapat terbaca, Prasasti Blanjong berisi pernyataan kemenangan Raja Sri Kesari Warmadewa atas musuh-musuhnya. Selain itu, menurut sejarawan yang meneliti, prasasti dari abad ke-10 ini memiliki sejumlah keunikan. Saat ini, Prasasti Blanjong terletak di Pura Blanjong, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Isi Prasasti Blanjong

Prasasti Blanjong terbuat dari batu padas berukuran tinggi 177 cm dan diameter 62 cm. Isi prasasti ini termuat pada dua sisinya. Sisi A terdiri atas enam baris tulisan menggunakan aksara Pre-Negari yang biasa digunakan di India Utara dan berbahasa Bali Kuno. Sedangkan sisi B terpahat 13 baris tulisan dengan aksara Kawi dan berbahasa Sanskerta. Berikut ini isi Prasasti Blanjong pada sisi A yang sebagian tidak dapat terbaca.
Caka 8bde cara wahnimurtiganitre mase takhta phalgune (ara(sara)1)….2) …..(ra)…..(taki) naswa (ksa)…..3) radhayajihitwaro winihatyawairini… …h…. ng(s)….. …..(hi) (ja) wampurang singhadwala pure (niki) -i….ya….ta….t…. …..// (ca)….. wulan phalguna…. Cri kesari… … …..rah di gurun dis (u) wal duhamalahang mussuddho…..ngka…..(rna)…..(tah) di kutara….. nnata…..(tadbhaja)….kabudhi kabudhi//4) Artinya: Pada tahun 835 Caka bulan Phalguna, seorang raja yang mempunyai kekuasaan di seluruh penjuru dunia beristana di keraton Singhadwala bernama Cri Kesari telah mengalahkan musuh-musuhnya di Gurun dan di Swal. Inilah yang harus diketahui sampai dikemudian hari.
Berikut ini isi Prasasti Blanjong pada sisi B yang sebagian juga telah aus dan tidak dapat terbaca.
swa…..ratapratapamahi…..(ha)…..ccodayah/dhwastarati tamasccayo (buga)na …..samarggaranggapriyah/padmobo-5)i…..(asa) serawirabudha a…../ nahkrtih walidwiba….. …..(bhayebhirowi)…..(bhe)ri….na(bhu) pa(ca) (ci) na a(g)atwa….. …………………………… ………………………… ………………………………… ………………………………… …..(ca)….(mancangcuta)…… …..(cepra) yatandicarssyannantarisr-u….. …..//(wija)yarka (ndantarand) anta (pe) kabhajobhrcam//yena- ……..nbhidya (sata) langwidyayunggurubhihsarrundhyaca-trunyu (dh)i Maha….ha(dwa)iparagrewairimahibhuja(ng)srjutarahkamp……… …..ndre)th)a-r-(amajasa)pta…..ptihsamastaamantadhipatih crikesari (warmma(dewa)….

Isi pada sisi B hampir sama dengan sisi A, yang menyatakan kemenangan Sri Kesari, tetapi dengan gelar raja lebih lengkap terbaca, yakni Sri Kesari Warmadewa. Disebutkan pula karena kemenangannya itu, Sri Kesari Warmadewa telah menguasai seluruh Walidwipa (Pulau Bali) dan menandainya dengan pembuatan prasasti ini. Dari tulisan yang terpahat, dapat disimpulkan bahwa Prasasti Blajong dikeluarkan oleh Raja Sri Kesari Warmadewa dari Kerajaan Bali. Prasasti ini dibuat pada tahun 835 Saka atau 913 Masehi untuk menandai kemenangan Sri Kesari Warmadewa atas musuh-musuhnya di daerah Gurun (Nusa Penida) dan Swal (Pantai Ketewel). Selain itu, Prasasti Blanjong berisi peringatan atau kutukan bagi yang melanggar isi prasasti ini.

Keunikan Prasasti Blanjong

Menurut sejarawan yang meneliti, Prasasti Blanjong memiliki sejumlah keunikan. Keunikan pertama ada pada penggunaan dua bahasa dan dua aksara, yang menujukkan adanya kemahiran, penguasaan, dan pengetahuan masyarakat pada masa pemerintahan Sri Kesari Warmadewa. Kemahiran itu tentunya dilandasi oleh tradisi dan latar budaya yang berlaku pada masa itu. Di daerah Bali, hanya Prasasti Blanjong yang ditulis dengan dua bahasa dan dua aksara.