Ayu Ting Ting Terancam Masuk Penjara, Dilaporkan Polisi Gegara Miras Oplosan Tewaskan 2 Karyawan ATT

0
37

Suratkabarnasional.com – Kabar tak mengenakkan menimpa aktris Ayu Ting Ting beberapa waktu belakangan ini.

Ya, Ayu Ting Ting dilaporkan ke polisi oleh keluarga korban yang tewas di Karaoke ATT Bengkulu. Lantaran dua karyawan dan seorang tamu di Karaoke ATT, milik Ayu Ting Ting tewas usai menenggak miras oplosan. Minuman keras oplosan itu masuk ke dalam Karaoke ATT tanpa sepengetahuan manajemen. Akibatnya dua pemandu lagu dan tamu yang memakai jasa tempat karaoke pun meninggal dunia.

Alhasil Ayu Ting Ting terancam masuk penjara, dilaporkan polisi gegara miras oplosan tewaskan 2 karyawan Karaoke ATT di Bengkulu. Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting dilaporkan ke polisi. Ia terkena imbas tewasnya pemandu lagu karena minum miras oplosan. Ayu Ting Ting dilaporkan ke Polda Bengkulu, Kamis (7/7/2022) malam karena dianggap ikut bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Diberitakan sebelumnya, dua pemandu lagu dan satu pengunjung tewas usai minum miras oplosan di karaoke ATT Bengkulu.

Karaoke ATT sempat ditutup atas kasus tersebut. Namun kini sudah kembali buka, karena terbukti miras oplosan tersebut bukan berasal dari karaoke ATT. Korban tewas tersebut membawa miras oplosan dari luar. Namun Ayu Ting Ting dan manajemen ATT tetap dilaporkan ke Polda Bengkulu karena dianggap lalai. Dua pemandu lagu dan satu pengunjung setelah mengunjungi karoke milik Ayu Ting Ting pada akhir Juni lalu.

Belakangan diketahui, tiga orang itu meninggal dunia karena mengonsumsi minuman keras oplosan. Polres Bengkulu juga sudah menangkap pemasok miras oploasan itu.

Orang tua Sarah Aulia, pemandu lagu yang tewas, didampingi kuasa hukumnya melaporkan artis Ayu Ting Ting atau yang bernama asli Ayu Rosmalina dengan tuduhan tindakan kelalaian sehingga menyebabkan tewasnya ketiga korban.

“Kita melaporkan Ayu Rosmalina alias Ayu Ting Ting, pemilik tempat usaha dan manajemen karaoke Ayu Ting Ting (ATT) Bengkulu, dengan dugaan pidana 359 KUHP tentang kealpaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain,” ujar Reno Ardiansyah kuasa hukum keluarga Almarhumah, saat konferensi pers, Jumat (8/7/2022).

Keluarga Sarah Aulia dan kuasa hukumnya mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) dari Karaoke ATT terkait regulasi keluar masuknya makanan dan minuman serta peran dari Ayu Ting Ting selaku pemilik brand. Keluarga Sarah Aulia dan kuasa hukumnya mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) dari Karaoke ATT terkait regulasi keluar masuknya makanan dan minuman serta peran dari Ayu Ting Ting selaku pemilik brand.

“Dalam aturannya, pengunjung tidak diperbolehkan membawa minuman dari luar, kalau pun membawa minuman dari luar harus dikenakan biaya tambahan dan tanpa pengecekan, sehingga ini menjadi tindakan pembiaran dari pihak pengelola karaoke,” ujar Reno.

Saat ini pihak kuasa hukum juga telah diperkuat dengan adanya saksi kunci dalam kasus ini.

“Kita telah memegang saksi kunci yakni saudari Sella, yang merupakan teman korban yang ikut dalam kegiatan tersebut dan berhasil selamat,” ungkapnya.

Sebelumnya pihak manajemen Karaoke ATT sempat menyangkal bahwa minuman tersebut terindikasi disembunyikan karena pihak manajemen melarang pengunjung untuk membawa minuman keras dari luar.

“Dari keterangan Sella, bahwa dirinya melihat minuman keras tersebut masuk ke dalam lokasi karaoke dengan cara ditenteng dan tidak disembunyikan,” ungkap Reno.

“Dengan alasan tersebut, Ayu Ting Ting, pemilik tempat usaha, manajemen Karaoke ATT, kita laporkan ke pihak kepolisian dengan pasal 359 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,” ucap Reno.

TribunBengkulu.com akan mengupdate berita ini dengan tanggapa dari pihak Ayu Ting Ting atau managemen Karaoke ATT di Bengkulu. Sebelumnya, pihak Karaoke ATT Bengkulu menegaskan tidak pernah menyediakan pemandu lagu di tempat itu. Juga tidak menyediakan minuman beralkohol.Diberitakan sebelumnya, tiga orang tewas setelah mengunjungi karoke Ayu ting Ting (ATT) Bengkulu. Ketiganya diduga mengkonsumsi minuman keras oplosan di tempat karoke berlabel karaoke keluarga itu. Pemasok minuman keras atau miras oplosan yang diamankan pihak kepolisian pada Jumat (1/7/2022) lalu sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu (2/7/2022).

“Dari hasil gelar perkara kita temukan fakta-fakta bahwa pelaku AM telah kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau, Sabtu (2/7/2022).

Saat diinterogasi, AM mengakui dirinya merupakan pemasok miras oplosan yang menyebabkan satu orang pengunjung dan dua orang pemandu lagu di karaoke Ayu Ting-Ting meninggal dunia.

AM yang menjual miras dengan merk ternama ini membuat konsumennya terbuai dengan harga yang murah.”Miras yang AM jual ini bermerk dan harganya cukup mahal, sedangkan AM ini menjual dengan harga yang sangat-sangat murah,” ungkap Malau.

Harga yang ditawarkan AM pun bervariasi, dirinya menjual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per botol.”Karena AM ini menjual dengan harga yang sangat murah, kita indikasikan miras ini merupakan miras oplosan,” kata Malau.

Demi membuktikan miras yang dijual AM ini merupakan miras oplosan, pihak kepolisian pun mengirimkan sampel minuman dari tubuh korban ke laboratorium forensik untuk mengetahui kadar miras tersebut.

Saat ini AM harus mendekam di sel tahanan Mapolres Bengkulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “AM kita jerat dengan 3 pasal, yakni pasal 204 KUHP karena menyebabkan 3 orang meninggal dunia, kemudian pasal 146 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan pasal 106 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan yang tidak sesuai peruntukannya,” jelas Malau.

Kasus tewasnya pengunjung dan Pemandu Lagu (PL) usai karaoke di Ayu Ting Ting (ATT) berujung pada penutupan sementara Karaoke ATT Bengkulu oleh Pemkot Bengkulu. Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Eko Agusriyanto mengatakan, menyikapi kasus tersebut pemkot telah berkoordinasi dengan pihak manajemen ATT untuk melakukan penutupan sementara karaoke ATT Bengkulu.

“Mempertimbangkan proses penyelidikan yang dilakukan dari pihak aparat terkait kemudian mengkhawatirkan adanya potensi tindakan langsung dari masyarakat maka pemkot bersikap seperti ini,” ujar Eko saat konferensi pers penutupan Karaoke ATT Bengkulu, Rabu (29/6/2022).

Penutupan sementara ini akan berlangsung hingga proses penyelidikan selesai dan menyatakan Karaoke ATT tidak terindikasi terlibat dalam kasus tewasnya pemandu lagu dan pengunjung ini.”Jika dalam dua hari atau seminggu ini penyelidikan telah selesai, dan dinyatakan pihak ATT tidak terlibat maka boleh beroperasi kembali,” kata Eko.

Penutupan sementara ini dilakukan dengan harapan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan membuat tempat hiburan menjadi lebih tertib.

Terkait perizinan, sebelumnya pemkot menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah kota, namun dalam konferensi pers berbeda.”Setelah saya pelajari, ternyata terkait izin dari Karaoke ATT kewenangannya berasa di pemerintah pusat,” kata Eko.

Selama penutupan ini, pihak Karaoke ATT akan dipantau dan diawasi oleh pihak polisi pamong praja Kota Bengkulu.Saat ini Karaoke Ayu Ting Ting Bengkulu sudah beroperasi lagi seperti biasa.