Elon Musk Mundur Jadi CEO Twitter

0
36

Suratkabarnasional.com – Elon Musk belum lama ini membuat jajak pendapat (polling) lewat akun Twitter pribadinya dengan @elonmusk. Melalui polling itu, Elon bertanya apakah ia harus mundur sebagai CEO Twitter atau tidak. Ia pun mengaku akan mematuhi hasil polling.

Sebanyak 17,5 juta lebih suara terkumpul dalam polling tersebut. Hasilnya 57,5 persen responden setuju Elon Musk mundur dari kursi nomor satu di Twitter. Sementara 42,5 persen lainnya menyatakan tidak setuju. Mengingat janjinya akan mematuhi hasil polling, Elon Musk pun menyatakan bakal mundur dari jabatan CEO Twitter dalam sebuah cuitan. Elon tidak bakal mundur secara cuma-cuma dari jabatan bos Twitter. Dalam kicauan yang sama, Elon Musk mengatakan baru akan mundur dari CEO Twitter setelah ia menemukan orang “yang cukup bodoh untuk menerima jabatan CEO Twitter (menggantikan dirinya)!”.

Desakan agar Elon Musk mundur dari jabatan CEO Twitter, salah satunya bersumber dari pemegang saham Tesla. Elon diketahui menjual 22 juta lembar saham yang bernilai sekitar 3,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 56,1 triliun). Bulan lalu, Elon juga menjual 19,5 juta saham Tesla bernilai sekitar 3,95 miliar dollar AS (Rp 61,6 triliun). Transaksi ini tercatat dilakukan beberapa hari setelah Elon membeli Twitter. Rentetan penjualan saham Tesla tersebut membuat investor merasa ditinggalkan oleh Elon. Sebab, miliarder Amerika Serikat (AS) tersebut dinilai kini lebih fokus ke Twitter. Para investor meyakini apa yang dilakukan Elon terhadap saham Tesla, akan berdampak buruk bagi bisnis perusahaan mobil listrik itu. Oleh karena itu, para investor kabarnya mendesak Elon Musk mundur dari kursi CEO Twitter. Salah satu investor utama Tesla, Le KoGuan menilai bahwa Elon sudah sepenuhnya fokus ke Twitter, ketimbang menjadi insinyur. Untuk itu, ia meminta Elon mencari orang lain untuk menggantikannya. “Elon sudah berubah sepenuhnya, dari sang insinyur yang brilian menjadi raja politik. Berdasarkan asumsi tersebut, Elon harus mencari penggantinya yang disetujui oleh anggota Direksi independen (Twitter). Direksi Twitter harus membentuk komite pencarian independen untuk mencari CEO baru,” kata KoGuan.

Di Twitter sendiri, kehadiran Elon Musk dipucuk kepemimpinan juga memantik polemik dan menimbulkan banyak kebijakan yang dinilai kontroversial.