MUI: Rakyat Tak Butuh Pemimpin Bermental Politikus

0
40

Suratkabarnasional.com – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan masyarakat tak membutuhkan pemimpin bermental politisi, tetapi yang sudah bermental negarawan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

“Tipe pemimpin yang kita butuhkan bukanlah tipe pemimpin yang bermental politisi tapi yang sudah bermental negarawan, di mana yang dipikirkannya tidak lagi kepentingan diri dan partai serta kelompoknya saja tapi adalah nasib seluruh rakyat dan warga bangsanya,” kata Anwar.

Anwara mengamini pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin agar MUI tak ikut ribut-ribut urusan calon presiden (capres) yang akan berkontestasi pada Pilpres 2024.

Namun, kata Anwar, secara moral MUI tetap akan mengingatkan dan mengarahkan umat memilih capres dan cawapres yang terbaik.

“Secara moral MUI tentu harus bisa mengingatkan dan mengarahkan umat dan bangsa ini untuk memilih capres-cawapres yang terbaik dari yang ada,” ujarnya lagi.

Anwar lantas membeberkan kriteria calon pemimpin yang baik untuk memimpin Indonesia. Di antaranya harus beriman, bertakwa serta memiliki akhlak yang terpuji dan mulia.

“Dan harus memiliki kapasitas dan integritas yang mumpuni,” ujarnya

Di sisi lain, Anwar mengingatkan masyarakat tak terpecah belah meski berbeda pilihan dalam kontestasi politik lima tahunan.

“Karena salah satu kunci penentu kemajuan dan kesuksesan dari suatu bangsa adalah sangat tergantung kepada apakah di antara warga bangsa tersebut masih ada rasa kebersamaan serta rasa persatuan dan kesatuan atau tidak,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Anwar kewajiban secara moral bagi MUI mengimbau partai politik yang mengusung capres dan cawapres tahun 2024 untuk mendengar suara rakyat. Tak sekadar mendengar suara dan keinginan dari segelintir orang atau pemilik modal.

“Oleh karena itu semua sumberdaya yang ada di negeri ini harus bisa di manage dan dikelola dengan sebaik-baiknya untuk terciptanya sebesar-besar kemakmuran rakyat,” kata Anwar yang juga petinggi Muhammadiyah tersebut.

Sebelumnya, Ma’ruf sempat meminta MUI tak ikut ribut-ribut soal urusan calon presiden atau wakil presiden yang akan maju pada Pilpres 2024 mendatang. Pernyataan itu diungkap saat puncak Milad MUI ke-47.

Akan tetapi, Ma’ruf mengingatkan MUI tetap punya peran mengarahkan umat supaya memilih capres terbaik. Baginya, hal demikian sudah diamanatkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Karena itu kita arahkan pilih yang afdol. Jangan yang tak afdol. Tentu yang punya kapasitas, integritas, akhlak mulia, yang terbaik supaya yang dipilih dari calon yang ada. Itu tugas MUI arahkan ke umat ke sana, bukan A atau B,” kata Ma’ruf.