Shen Berbagi Pengalamannya Mengatasi Degradasi Lingkungan Dalam Kompetisi Public Speaking Bali International Youth Diplomatic Forum

0
133

 SuratKabarNasional.com – Junior Chamber International bekerja sama dengan Indonesia Youth Diplomacy Local Chapter Bali menjadi tuan rumah Kompetisi Public Speaking Bali International Youth Diplomatic Forum (BIYDF) pada tanggal 16 Februari 2024 di Quest San Hotel. Acara ini, yang menggarisbawahi pentingnya Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, menyaksikan partisipasi 25 individu muda dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, yang masing-masing bertugas mengartikulasikan perspektif mengenai salah satu dari 17 SDGs diantaranya: Tanpa Kemiskinan, Kesetaraan Gender, atau Aksi Iklim, dan yang lain sebagainya.

Setiap pembicara muda pada Kompetisi Public Speaking Bali International Youth Diplomatic Forum tidak hanya menerima pengakuan atas upaya mereka tetapi juga penghargaan yang nyata. Mereka diberikan sertifikat prestasi sebagai pengakuan atas kerja keras dan dedikasi mereka terhadap topik Sustainable Development Goals (SDGs) yang mereka pilih. Selain itu, pemberian goodie bag juga merupakan bentuk apresiasi atas partisipasi mereka sehingga menambah kemeriahan acara.

Kompetisi ini menetapkan jangka waktu terstruktur untuk setiap peserta: lima menit untuk penyampaian pidato, dua menit untuk menjawab pertanyaan, dan satu menit untuk juri menilai. Penyampaiannya tanpa naskah, sesuai aturan, menjamin spontanitas dan penguasaan materi. Panel juri yang terhormat, terdiri dari Alexander Machukha, Ph.D., Michael Sandy, dan Krishna Chieppa, menilai pidato berdasarkan kejelasan dan relevansi konten dengan tema SDGs yang dipilih, kedalaman analisis, keakuratan tata bahasa, dan kemanjuran penyampaiannya, di samping kapasitas untuk menjawab pertanyaan setelahnya.

Shen Deva Dodge, peserta dari SMA Lentera Kasih Bali di BIYDF, menyampaikan apresiasinya kepada PBB dan organisasi terkait dalam melestarikan kehidupan di bawah air, yang merupakan bagian dari SDGs utama PBB. Ia memilih topik ini karena ia juga memiliki pengalaman sebagai penyelam, alasan lain mengapa ia ingin mengangkat topik tersebut ke atas panggung. Ia mempelajari bagaimana manusia telah menyebabkan kerusakan pada kehidupan laut akibat industrialisasi, pariwisata berlebihan, dan perubahan iklim, serta telah merusak sebagian besar ekosistem alam. Ia kemudian memberikan contoh yang baik tentang bagaimana para aktivis secara perlahan namun pasti melakukan perubahan terhadap keberlanjutan aktivitas manusia, sekaligus melindungi dan memulihkan kehidupan akuatik. Terakhir, Deva juga berbicara tentang inisiatif PBB yang dibuat oleh UNDP dan UNWTO yang telah membantu kemajuan dengan membawa masalah ini ke masyarakat umum. Ia yakin langkah ini sangat penting untuk mencapai standar SDGs di masa depan. Ia berhasil meraih Juara 2 pada BIYDF Speech Competition tingkat senior. Para juri memuji latar belakang dan alasannya dalam pidato tersebut. Optimismenya juga patut diacungi jempol.

Acara ini diakhiri dengan upacara penghargaan, dimana upaya dan keterampilan para peserta diakui sebagaimana mestinya. Pemenang Kompetisi Public Speaking Bali International Youth Diplomatic Forum akan mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti acara JCI World Public Speaking di Kamboja. Penghargaan penting ini akan memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan keterampilan dan wawasan mereka di panggung internasional, sehingga semakin meningkatkan pengalaman dan paparan mereka terhadap seni berbicara di depan umum dalam konteks global. Rekomendasi ini berfungsi sebagai pengakuan atas kemahiran mereka dalam mengatasi isu-isu kritis melalui pidato yang jelas dan berdampak, selaras dengan Sustainable Development Goals set (SDGs) yang ditetapkan oleh PBB. Insentif ini menggarisbawahi komitmen kompetisi untuk membina talenta muda dan mendorong partisipasi mereka dalam wacana internasional.

Menjelang berakhirnya Kompetisi Public Speaking Forum Diplomatik Pemuda Internasional Bali tahun 2024, suasana dipenuhi dengan harapan dan antisipasi yang gamblang untuk masa depan. Pertunjukan luar biasa ini menunjukkan potensi besar generasi muda kita sebagai agen perubahan, dan perjalanan ke depan bagi para pembicara muda ini penuh dengan berbagai peluang. Advokasi dan keterlibatan mereka yang berkelanjutan di panggung internasional bertujuan untuk menginspirasi dan memimpin jalan menuju masa depan yang berkelanjutan dan adil bagi semua orang.