Asosiasi Tani Prediksi RI Bakal Paceklik, Harga Beras Naik Tinggi

0
152

Suratkabarnasional.com – Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) memprediksi pasaran harga beras di masyarakat akan mengalami kenaikan dalam lima bulan ke depan. Kenaikan harga itu menyusul tingkat produksi padi yang lebih rendah dari tingkat konsumsi masyarakat.

“Bisa dibayangkan lima bulan masa paceklik, maksud saya antara produksi dan konsumsi jomplang. Jadi produksi jauh lebih rendah dari konsumsi, sehingga harga beras nanti di tingkat konsumen akan naik sangat tinggi di lima bulan ini,” kata Dwi

“Dan kita tahu beras berpotensi mengguncangkan politik nasional kita,” imbuhnya.

Dwi kemudian menuturkan banyak petani yang saat ini mulai enggan menanam padi. Ia mengambil contoh, bagi petani yang menggarap tanaman padi dengan kepemilikan sawah seluas di bawah 2000 m2, maka mereka dipastikan tidak untung atau mengalami kerugian.

Pasalnya dari hasil kajian dan survei AB2TI bulanan selama hampir tiga tahun terakhir, terjadi kecenderungan penurunan harga gabah dan beras di tingkat usaha tani mulai Agustus 2019 hingga Juni 2022.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta masyarakat tak perlu panik dengan kenaikan harga beras. Ia meyakinkan bahwa pemerintah berupaya agar harga beras tetap terjangkau oleh masyarakat.