Nato Sebut Ukraina Tidak Mungkin Menang

0
26

suratkabarnasional.com – Ide bahwa bantuan Militer Barat akan memungkinkan Ukraina mengalahkan Rusia di medan perang tersebut tidak tepat. Hal itu dikatakan oleh Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban. “Saya berdiri di atas dasar realitas. Kenyataannya adalah sifat kerja sama antara Ukraina dan Barat adalah sebuah kegagalan,” tegas Orban dalam sebuah wawancara dengan tabloid Jerman Bild seperti dikutip dari Russia Today.

Menyarankan bahwa senjata, pendanaan, dan intelijen yang diberikan ke Kiev oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutu Uni Eropa (UE) akan memungkinkan Ukraina menang adalah kesalahpahaman tentang situasinya. “Itu tidak mungkin,” bantahnya. “Masalahnya adalah Ukraina akan kehabisan tentara lebih awal daripada Rusia, dan ini akan menjadi faktor penentu pada akhirnya,” kata perdana menteri Hongaria itu. Dia menolak anggapan pewawancara bahwa seluruh Ukraina akan direbut oleh Rusia tanpa bantuan NATO, menggambarkan ini sebagai hipotesis yang tidak ada buktinya.

Menurut Orban, gencatan senjata harus dicapai dalam konflik antara Moskow dan Kiev secepat mungkin atau Ukraina akan kehilangan banyak kekayaan dan banyak nyawa, serta kehancuran yang tak terbayangkan akan terjadi. “Itulah mengapa perdamaian adalah satu-satunya solusi saat ini,” serunya. Namun, dia mengatakan pertempuran tidak akan berhenti sampai pendukung utama Kiev, Washington, memutuskan bahwa harus ada perdamaian. “Yang benar-benar penting adalah apa yang ingin dilakukan orang Amerika. Ukraina bukan lagi negara berdaulat. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak punya senjata. Mereka hanya bisa melawan karena kami di Barat mendukung mereka,” jelas pemimpin Hongaria itu.

Dia mengkritik sanksi Uni Eropa yang dikenakan pada Moskow atas konflik tersebut, dengan mengatakan sanksi itu gagal dalam membuat Rusia bertekuk lutut dan dalam mencapai perdamaian di Ukraina.

“Sanksi tidak berhasil. Saya heran ternyata kami tidak mampu merumuskannya dengan tepat,” ujarnya. Budapes telah menjadi salah satu dari sedikit ibu kota UE yang mempertahankan hubungan bisnis dengan Moskow karena baik untuk rakyat Hongaria, kata Orban.

“Saya berjuang untuk Hongaria. Saya tidak peduli dengan (Presiden Rusia Vladimir) Putin. Saya tidak peduli dengan Rusia. Saya mengurus Hongaria,” tegasnya. Dia juga mengomentari pemberontakan yang gagal oleh perusahaan militer swasta Wagner, yang terjadi di Rusia minggu lalu. “Saya tidak melihat banyak signifikansi dalam peristiwa ini karena tidak berpengaruh pada hal yang paling penting, yaitu prospek tercapainya gencatan senjata di Ukraina,” tukasnya.