Sekolah di China Kenakan Tarif Rp1,4 Juta untuk Tidur Siang

0
31

suratkabarnasional.com – Sebuah sekolah dasar swasta di China berencana akan membebankan biaya kepada siswanya yang ingin tidur siang di sekolah pada saat jam istirahat. Hal ini pun sontak menjadi perbincangan di media sosial. Pejabat biro pendidikan setempat menggambarkan pungutan baru ini bukan merupakan peraturan resmi dari pemerintah, namun sekolah swasta berhak mengambil tindakan tersebut, menurut laporan platform berita Xibu Juece.

Dalam tangkapan layar menunjukkan bahwa Sekolah Dasar Jiesheng di Provinsi Guangdong mengirimkan pemberitahuan ke grup WeChat berisi orang tua dan guru yang menjelaskan rencana tersebut. Tanpa memberikan alasan mengenai biayanya, pihak sekolah mencantumkan tiga jenis biaya.

Tidur di meja akan dikenakan biaya sebesar 200 yuan (Rp 427 ribu). Bagi mereka yang lebih suka berbaring di atas tikar di ruang kelas, biayanya meningkat menjadi 360 yuan (Rp 752 ribu), sedangkan tidur di kasur di ruang khusus akan dikenakan biaya 680 yuan (Rp 1,4 juta).

Dalam laporan terpisah oleh Dawan News, seorang staf sekolah yang tidak disebutkan namanya membenarkan adanya biaya tidur siang.  “Itu tidak wajib. Siswa juga dapat memilih untuk pulang ke rumah saat istirahat makan siang,” kata anggota staf tersebut kepada Dawan News.

Juru bicara Biro Pembangunan dan Reformasi Kota Dongguan mengatakan biaya tersebut masuk akal karena guru diharuskan hadir untuk mengawasi dan merawat siswa selama sesi tidur siang.

“Apakah ini sebuah lelucon? Sekolah menjadi gila hanya untuk menghasilkan uang,” kata warganet. “Apakah saya satu-satunya yang tidak mengerti mengapa siswa harus membayar untuk tidur di meja mereka?,” ungkap warganet lainnya. “Ini konyol. Selanjutnya sekolah akan mengenakan biaya untuk pergi ke kamar kecil atau bernapas?,” tulis warganet lainnya.