China Ultimatum AS soal Lawatan Ketua DPR ke Taiwan, Ancam Perang?

0
132

Suratkabarnasional.com – China melayangkan ultimatum keras kepada Amerika Serikat soal rencana ketua Dewan Perwakilannya (DPR), Nancy Pelosi, berkunjung ke Taiwan pada Agustus mendatang. Beijing menegaskan pihaknya akan merespons dengan keras dan dengan segala cara jika Pelosi benar-benar datang ke Taiwan.

Menurut laporan Financial Times (FT) yang dikutip Reuters, enam sumber pemerintah China mengatakan Beijing telah melayangkan peringatan yang lebih keras kepada AS soal rencana kunjungan Pelosi ini. Beberapa sumber itu bahkan mengklaim respons militer masuk dalam opsi tanggapan China tersebut.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengonfirmasi bahwa negaranya memang telah melayangkan peringatan yang lebih keras terhadap AS soal rencana lawatan Pelosi.

Namun, Zhao tak menampik atau pun mengonfirmasi apakah respons militer benar-benar akan menjadi salah satu opsi China menanggapi kunjungan Pelosi ke Taiwan nanti.

“China telah berulang kali menjelaskan kepada pihak As keprihatinan serius kami atas potensi kunjungan Ketua DPR Pelosi ke Taiwan dan penentangan tegas kami terhadap kunjungan tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam jumpa pers rutin di Beijing pada Senin (25/7).

“Kami sangat siap untuk segala kemungkinan. Jika pihak AS bersikeras untuk melakukan kunjungan itu, China akan mengambil tindakan tegas dan kuat untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial kami,” paparnya menambahkan.

Zhao menegaskan Amerika harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi serius dari kunjungan Pelosi tersebut.

Sebelumnya, China juga berulang kali menolak rencana lawatan Pelosi ke Taiwan.

Dalam jumpa pers Kemlu China sebelumnya, jubir Wang Wenbin juga menegaskan bahwa lawatan Pelosi berpotensi memberikan dampak negatif yang parah dalam hubungan Beijing-Washington D.C.

“Itu akan mengirimkan sinyal yang benar-benar keliru kepada pasukan separatis Kemerdekaan Taiwan. China akan bertindak dan menanggapinya dengan sangat keras. Kami sungguh-sungguh dengan apa yang kami katakan,” paparnya menambahkan.

China selama ini menganggap Taiwan sebagai wilayah kedaulatannya yang membangkang karena ingin memerdekakan diri.

Pemerintahan Presiden Xi Jinping berulang kali menegaskan China akan berupaya dengan segala cara menyatukan kembali Taiwan dengan daratan China, termasuk menggunakan kekerasan militer jika perlu.

Sementara itu, Taiwan terus mendekatkan diri dengan negara-negara Barat terutama Amerika Serikat untuk mendapat dukungan dan pengakuan.

Hal itu pun kerap membuat China berang kepada Taiwan dan memperkeruh relasinya dengan AS yang sudah tegang.

AS memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan karena China. Namun, Gedung Putih memiliki perjanjian khusus dengan Taiwan yang berisikan komitmen Amerika untuk membantu Taipei dalam hal pertahanan diri, termasuk dalam menghadapi China.