Kolaborasi Undiksha – INSTIKI Melalui KKN – PMM 2026 Perkuat Potensi Pertanian Dan Peternakan Modern Desa Bonyoh

0
49

Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN-PMM) Tahun 2026 mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan di Desa Bonyoh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Desa Bonyoh merupakan desa Bali Aga dengan potensi pertanian dan peternakan yang didukung kondisi agroklimat sejuk dengan suhu 22–28°C dan curah hujan tahunan sekitar 1.513,5 mm. Namun, optimalisasi potensi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama efisiensi penggunaan air, pengelolaan lahan pertanian, serta pemanfaatan limbah peternakan. Program ini melibatkan Kelompok Tani Subak Abian Taru Agung dan Kelompok Ternak Tunas Makmur sebagai mitra dengan pendekatan pemberdayaan berbasis teknologi smart farming. Ketua Pelaksana KKN-PMM Tahun 2026, Ni Ketut Rapi, mengatakan bahwa kegiatan dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat. “Program ini tidak hanya membawa teknologi ke desa, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu memahami, mengoperasikan, dan mengembangkan teknologi sesuai dengan kebutuhan mereka. Masyarakat kami tempatkan sebagai mitra dalam proses pemberdayaan,” ujarnya.

Pada sektor pertanian, KKN-PMM menerapkan sistem penyiraman sprinkler untuk meningkatkan efisiensi distribusi air serta memanfaatkan solar cell sebagai sumber energi penerangan di area kebun. Penerapan teknologi tersebut membantu petani mengelola penyiraman secara lebih terarah sekaligus mendukung pengelolaan kebun yang lebih modern. Sementara pada sektor peternakan, program mengembangkan konsep zero waste melalui pemanfaatan limbah ternak sebagai bahan baku pupuk organik granul dan pengembangan reaktor biogas sebagai alternatif pemanfaatan limbah menjadi sumber energi. Pendekatan ini menghubungkan sektor pertanian dan peternakan dalam satu sistem yang saling mendukung, sehingga limbah peternakan dapat dimanfaatkan kembali sebagai input pertanian sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan. Selain penerapan teknologi, mahasiswa melakukan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kelompok mitra agar mampu mengoperasikan dan mengembangkan teknologi secara mandiri.

Pelaksanaan program mulai memberikan manfaat bagi kelompok mitra melalui pengelolaan air yang lebih efisien pada lahan pertanian dan pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan peluang ekonomi. Kegiatan KKN-PMM Tahun 2026 mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui kontrak induk nomor 182/C3/DT.05.00/PM/2026 dan kontrak turunan nomor 308/UN48.16/PM.01.01/2026, serta dukungan Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) dan Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI). Ni Ketut Rapi menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang berhasil diterapkan, tetapi juga keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat. “Kami berharap teknologi yang telah diperkenalkan dapat terus digunakan, dikembangkan, dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari sehingga mampu memperkuat produktivitas, efisiensi sumber daya, dan kemandirian ekonomi Desa Bonyoh,” katanya.