Koster Percayakan PKB Bali ke Dirut BUMD Termuda Indonesia

0
45

Bali — Gubernur Bali I Wayan Koster mempercayakan kepemimpinan PT Pusat Kebudayaan Bali (Perseroda) kepada I Putu Hendika Permana, S.Kom., M.M. Pada usia 38 tahun, Putu Hendika mengemban tanggung jawab untuk mengelola perusahaan daerah yang menjadi pendorong utama pengembangan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung.

Kepercayaan tersebut bukan sekadar penyerahan jabatan. Putu Hendika mendapat mandat untuk menerjemahkan visi besar Wayan Koster dalam menghadirkan pusat peradaban Bali yang mampu menjaga warisan leluhur, menghidupkan kesenian, dan membuka ruang bagi perkembangan kreativitas generasi mendatang.

Pusat Kebudayaan Bali merupakan salah satu proyek strategis yang digagas Wayan Koster untuk menjawab kebutuhan Bali terhadap kawasan kebudayaan terpadu yang mampu mewadahi kegiatan seni dan tradisi dalam skala yang lebih besar.

Gagasan pembangunan kawasan itu telah dirintis sejak 2017. Setelah melalui sejumlah pertimbangan lokasi, bekas kawasan galian C di Desa Gunaksa, Kabupaten Klungkung dipilih sebagai tempat pengembangan Pusat Kebudayaan Bali.

Pilihan tersebut membawa semangat perubahan yang kuat. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi eksploitasi alam diarahkan menjadi ruang kebudayaan yang membangkitkan kebanggaan masyarakat sekaligus meninggalkan warisan berharga bagi generasi Bali berikutnya.

Langkah Koster tidak berhenti pada pembangunan kawasan. Pemerintah Provinsi Bali juga membentuk PT Pusat Kebudayaan Bali (Perseroda) berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2022 agar pengelolaannya dijalankan secara profesional, tertib, dan berkelanjutan.

Untuk menentukan pemimpin perusahaan, Pemerintah Provinsi Bali membuka seleksi calon direksi pada 2026. Para peserta mengikuti ujian tertulis, presentasi, dan wawancara dalam rangkaian uji kelayakan dan kepatutan.

Putu Hendika menempati peringkat pertama dari lima calon direksi dengan nilai 8,72. Hasil seleksi tersebut diumumkan melalui Surat Panitia Seleksi Nomor 15/PANSEL/PKB/2026 tertanggal 9 Maret 2026.

Setelah tahapan uji kelayakan dan kepatutan, para calon mengikuti wawancara akhir bersama Koster selaku pemegang saham mayoritas Perseroda. Proses tersebut menjadi pijakan dalam menentukan figur yang dipercaya memimpin perusahaan pada fase penting pengembangan Pusat Kebudayaan Bali.

Keputusan Koster mempercayakan Perseroda kepada Putu Hendika sekaligus menunjukkan keberanian memberi ruang kepada generasi muda. Di balik predikat Dirut BUMD termuda Indonesia, Putu Hendika membawa pengalaman di bidang teknologi informasi, manajemen, perbankan, kewirausahaan, akademik, dan pengelolaan perusahaan daerah.

Sebelum memimpin PT Pusat Kebudayaan Bali (Perseroda), Putu Hendika pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Perumda Kerthi Bali Santhi. Ia juga memiliki pengalaman mengembangkan usaha berbasis teknologi dan menjalankan peran sebagai akademisi dalam bidang manajemen teknologi informasi.

Rekam jejak tersebut menjadi bekal bagi Putu Hendika untuk menghadapi kebutuhan Perseroda yang kompleks. Pengelolaan Pusat Kebudayaan Bali tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif, tetapi juga menuntut kecakapan membangun tata kelola, mengembangkan bisnis kawasan, memanfaatkan teknologi, dan menjalin kerja sama yang tepat.

Sebagai Direktur Utama, Putu Hendika tidak bertugas menangani pekerjaan teknis konstruksi. Tanggung jawab utamanya adalah memastikan perusahaan berjalan dengan sistem pengendalian yang kuat, keputusan yang terukur, dan arah usaha yang selaras dengan tujuan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali.

Tantangan lain terletak pada upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan usaha dan nilai budaya. Pusat Kebudayaan Bali tidak boleh berkembang hanya sebagai kawasan komersial. Adat, kesakralan, dan jati diri Bali harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan perusahaan.

Kepercayaan Wayan Koster kini menjadi ujian nyata bagi Putu Hendika. Status sebagai Dirut BUMD termuda Indonesia harus dijawab melalui kepemimpinan yang tegas, tata kelola yang transparan, dan kemampuan membawa Perseroda bekerja sesuai mandatnya.

Koster telah meletakkan Pusat Kebudayaan Bali sebagai proyek monumental yang membawa cita-cita besar bagi masa depan Pulau Dewata. Putu Hendika kini memikul tanggung jawab untuk mengubah cita-cita itu menjadi kerja nyata dan memastikan kawasan tersebut tumbuh sebagai pusat peradaban yang hidup serta menjadi kebanggaan masyarakat Bali.