Presiden Jokowi Ingatkan Jaga Stabilitas Negara Saat Memasuki Tahun Politik Nanti

0
35

Suratkabarnasional.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong seluruh pihak untuk terus menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam memasuki tahun politik 2024. Di samping itu, Kepala Negara juga mewanti-wanti agar jalannya pesta demokrasi tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya pada peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Musyawarah Dewan Partai (MDP) Partai Bulan Bintang Tahun 2023 di eL-Royal Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, pada Rabu (11/1/2023).

“Jangan sampai kegentingan global ini ada, kemudian kita masuk ke tahun politik kemudian mengguncangkan sisi ekonomi. Mengembalikannya [pertumbuhan ekonomi] itu sangat sulit sekali dalam posisi dunia yang tidak pasti, yang sulit diprediksi, yang sulit dikalkulasi seperti yang kita lihat saat ini,” katanya, Rabu (11/1/2023).

Presiden RI Ke-7 ini menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III/2022 berada pada angka 5,72 persen. Menurutnya, angka ini masih sangat tinggi. “Di kuartal III/2022 kemarin masih di angka 5,72 persen, kuartal keempatnya baru dalam penghitungan. Nanti akhir bulan akan disampaikan berapa angkanya,” ujarnya.

Pada 2022, Presiden menjelaskan bahwa sejumlah indikator sasaran pembangunan nasional menunjukkan tren yang baik. Misalnya, angka kemiskinan yang turun menjadi 9,54 persen dan tingkat pengangguran yang juga turun di angka 5,9 persen.  “Angka kemiskinan kita juga alhamdulillah dari 10,1 [persen] pada 2021, dan pada 2022 kemarin kami hitung kembali lagi 1 digit di 9,54 persen. Angka pengangguran dari 2021 ke 2022, pada 2021 itu angkanya 7,1 persen, kemudian turun diangka 5,9 persen karena banyaknya investasi yang masuk ke negara kita,” tuturnya. Selain itu, orang nomor satu di Indonesia ini juga bersyukur atas situasi arus modal yang tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Bahkan, Kepala Negara NKRI ini menuturkan saat ini porsi arus modal di luar Pulau Jawa menjadi yang lebih tinggi dengan angka mencapai 53 persen. “Artinya, di Jawa hanya 47 persen. Kalau ini terus naik membesar, artinya pemerataan ekonomi itu akan terjadi tidak hanya di Jawa saja tetapi juga terjadi di luar Jawa,” pungkas Jokowi. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.