Duta Denpasar raih sembilan prestasi Gemilang di Pesta Kesenian Bali

0
48

Suratkabarnasional.com – Duta kesenian Kota Denpasar meraih sembilan prestasi di antara 14 perlombaan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 tahun 2022.
“Prestasi yang ditorehkan duta kesenian Kota Denpasar tak lepas dari proses pembinaan dan evaluasi yang dilaksanakan secara rutin,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara di Denpasar, Kamis.
Dia menjelaskan hal ini juga seiring dengan visi pembangunan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju.
“Yang pertama, tentu kami bersyukur. Dari setiap lomba, duta Kota Denpasar bisa tampil maksimal sehingga dapat menorehkan prestasi,” ujarnya didampingi Kabid Kesenian I Wayan Narta itu.

“Yang pertama, tentu kami bersyukur. Dari setiap lomba, duta Kota Denpasar bisa tampil maksimal sehingga dapat menorehkan prestasi,” ujarnya didampingi Kabid Kesenian I Wayan Narta itu.

Adapun sembilan duta yang berhasil meraih juara I (pertama) yakni Lomba Mesatua Bali yang dimenangkan oleh I Nyoman Sudira dan Lomba Tari Barong Ket yang dimenangkan oleh Sekaa Barong Candra Geni Tatasan.
Lomba Baleganjur yang dimenangkan Sekaa Telung Barung Penatih, Lomba Gender Wayang Anak-Anak yang dimenangkan Sanggar Kembang Waru, dan Lomba Mewarnai yang dimenangkan Zifara Idianto, Lomba Ngawi Geguritan yang dimenangkan I Made Arik
Wiraputra asal Denpasar.
Selanjutnya, Tim Penggerak PKK Kota Denpasar memenangkan Lomba Desain dan Peragaan Busana Kerja Adat Bali Berpasangan, Lomba Desain Casual Berpasangan, dan Lomba Desain Busana Pengantin Adat Bali Modifikasi.
Duta kesenian Kota Denpasar juga meraih juara II dan III di beberapa kategori, antara lain juara II pada Lomba Taman Penasar yang diwaklili Widya Sabha Kecamatan Denpasar Selatan.

Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Wayan Narta menambahkan prestasi yang diraih hendaknya tidak membuat cepat puas, melainkan menjadi cambuk untuk terus berusaha maksimal.
“Prestasi ini akan kami jadikan cambuk untuk terus melaksanakan pembinaan, pelatihan dan regenerasi berkelanjutan sehingga selain berprestasi, seni budaya di Kota Denpasar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.