Ikon Otomotif Indonesia yang Mendunia dengan Kualitas Berstandar Global

0
42

Suratkabarnasional.com – Kendaraan bermotor di Indonesia memiliki sejarah panjang, mulai dari masuknya sepeda motor asal Jerman, Hildebrand und Wolfmüller (1893), mobil Benz Viktoria berkapasitas 2.000 cc yang dibeli oleh Susuhunan Pakubuwono X (1894), dirangkai kisah kelahiran Toyota Kijang pada awal 1970-an, hingga diperkenalkannya kendaraan listrik pada tahun-tahun belakangan ini.

President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda menegaskan, Toyota Kijang merupakan bagian penting dari 50 tahun perjalanan Toyota di Indonesia. Kijang menjadi cermin semangat Toyota dalam mewujudkan Mobility Happiness for All dengan menghadirkan mobil-mobil andal sesuai kebutuhan masyarakat dari masa ke masa.

Kisah kelahiran Toyota Kijang tidak dapat dipisahkan dari program Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS) yang dicanangkan pemerintah pada awal 1970-an. Di saat bersamaan, Toyota mengidentifikasi adanya kebutuhan kendaraan komersil serbaguna berharga terjangkau di negara berkembang dengan menginisiasi project Basic Utility Vehicle (BUV) pada 1972.

 

Setelah melalui serangkaian proses, lahirlah Toyota Kijang pada 9 Juni 1977. Nama “Kijang” dipilih karena dianggap sesuai dengan konsep KBNS dan BUV, yaitu kendaraan yang lincah dan gesit.

 

“Berawal dari kendaraan niaga, berkembang menjadi kendaraan keluarga, hingga menjadi MPV premium, kini Toyota Kijang telah menjadi ikon otomotif Indonesia yang mendunia bermodalkan kualitas berstandar global,” ujar Matsuda.

45 tahun

Tepat 45 tahun yang lalu, Toyota Kijang hadir di Indonesia dengan konsep basic utility vehicle (BUV) guna memenuhi kebutuhan kendaraan niaga yang tangguh dan andal. Dengan spirit Genchi Genbutsu dan penyempurnaan secara berkesinambungan, Toyota terus berinovasi dan beradaptasi menciptakan multi-purpose vehicle (MPV).Kendaraan serbaguna tersebut terus bertransformasi mendukung mobilitas masyarakat, muali dari perkotaan hingga ke pelosok negeri, dari masa ke masa. Bahkan, MPV inipun turut dipasarkan ke luar negeri.

Ketika diperkenalkan pertama kali, sebagai sebuah BUV, Kijang memiliki ciri khas tersendiri yakni posisi mesin berada di depan. Sehingga Kijang memiliki ‘hidung’ alias bonnet yang lebih aman ketimbang model pick-up dengan mesin di bawah jok depan. Kijang juga  lebih nyaman karena tidak ada gangguan panas dan suara mesin.Keistimewaan tersebut mendorong Toyota untuk memproduksi Kijang tipe cab berlantai sebagai platform karoseri yang menjadi basis minibus. Sambutan positif langsung diberikan oleh masyarakat Indonesia yang mendambakan kendaraan minibus dengan harga terjangkau, praktis, mudah perawatan, kapasitas besar, dan aman.

Setelah itu, lahirlah Kijang generasi kedua pada 1981 dan menjadi tonggak bersejarah dimulainya era Kijang sebagai mobil penumpang.Toyota terus berinovasi dan pada 1986 hadirlah Kijang generasi ketiga atau “Kijang Super”. Kijang ini tampil lebih modern, dengan proses manufaktur lebih canggih yang diberi nama Full Pressed Body (FPB) sehingga memiliki kualitas lebih baik.

Selanjutnya, Kijang Super kembali mendapatkan improvement terkait proses perakitan bebas dempul dengan nama Toyota Original Body (TOB) pada 1992. Sebagai minibus bercitarasa sedan, Kijang Super begitu diminati keluarga-keluarga di Indonesia.

Evolusi

Berikutnya, Kijang mengalami evolusi besar pada desain dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai mobil keluarga Indonesia dengan terciptanya generasi keempat “Kijang Kapsul” pada 1997.Semangat Genchi Genbutsu membuat Toyota selalu berupaya memberikan produk terbaik sesuai perkembangan zaman. Desain membulat dan modern di eranya membuat keluarga Indonesia kian mencintai Kijang, di samping kenyamanannya yang maksimal.

Toyota di Indonesia kemudian mendapat kepercayaan menjadi pusat pengembangan model MPV bersamaan dengan program IMV (Innovative International Multi-purpose Vehicle) yang sedang berjalan.Program tersebut melahirkan Kijang generasi kelima pada 2004 dengan nama baru yaitu Kijang Innova. Citra Toyota Kijang Innova sebagai kendaraan premium mulai terbentuk dalam memenuhi kebutuhan mobilitas kalangan menengah.

Kijang Innova terus dikembangkan mengikuti tren dan kebutuhan yang terus berubah dari waktu ke waktu. Kijang Innova Reborn yang meluncur pada 2015 mulai mengubah tampilan serta posisinya sebagai kendaraan keluarga premium tetapi tetap mempertahankan DNA Kijang yakni durable, comfortable, dan peace of mind.

Saat itu, Indonesia kembali mendapatkan kehormatan untuk melakukan world premiere Kijang Innova Reborn berkat prestasinya mempertahankan keunggulan Kijang Innova. Pada 2017, Kijang Innova hadir dengan varian baru yaitu Innova Venturer yang dilengkapi dengan tambahan fitur dan aksesori premium.

Elektrifikasi

Memasuki era elektrifikasi, pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022, Toyota memperkenalkan mobil konsep berbasis Kijang yaitu Kijang Innova EV Concept dengan penggerak sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Upaya ini mencerminkan semangat Toyota untuk membuat elektrifikasi dan local model menjadi bagian dari ekosistem industri otomotif nasional.

Sementara itu, terhitung sejak awal diluncurkan, milestones produksi 1 juta unit Kijang berhasil dicatat pada 2003. Bahkan di tahun 2022 ini, total penjualan Toyota Kijang di pasar otomotif nasional menembus angka 2 juta unit. Penjualan periode Januari – Mei 2022 mencapai lebih dari 20 ribu unit atau meningkat 14,6 persen dibandingkan periode sama tahun 2021.Hal tersebut semakin mengukuhkan predikatnya sebagai legenda kendaraan keluarga Indonesia. Pencapaian ini juga telah membuktikan bahwa Toyota Kijang merupakan model multi-era yang dapat diterima oleh keluarga Indonesia.

“Ke depan, kami akan terus menghadirkan Toyota Kijang supaya dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang mengutamakan citarasa premium dan eksklusif sebuah MPV keluarga, serta dilengkapi inovasi teknologi yang advance dan ramah lingkungan,” pungkas Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto.