Kembangkan Wisata Kesehatan di Bali, Mentri Kesehatan Resmikan Ground Breaking Pembangunan Gedung Aesthetic

0
67

Suratkabarnasional.com – Selain sebagai destinasi wisata, Pulau Bali juga diproyeksikan pemerintah untuk pengembangan wisata kesehatan.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, saat meresmikan ground breaking pembangunan Gedung Aesthetic Center di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Denpasar, Bali, Jumat (8/7).

Menkes Gunadi mengatakan, pembangunan Gedung Aesthetic adalah amanah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar Pulau Bali tidak hanya bergantung kepada industri pariwisata tetapi juga yaitu industri kesehatan. “Saya, dapat amanah dari Bapak Presiden agar Bali bisa membangun industri baru di luar industri pariwisata. Industri pariwisata Bali sudah kelas dunia, membuktikan bahwa layanannya itu sudah kelas dunia,” kata dia.

“Nah, yang dekat apa dengan industri pariwisata, itu industri kesehatan. Karena industri kesehatan juga membutuhkan layanan kepada pasien-pasiennya dan kebetulan orang senang datang ke Bali, dan Bali juga sudah punya fakultas kedokteran Udayana dan kita juga membangun beberapa pilar,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, untuk pilar pertama ialah telah membangun rumah sakit kelas internasional yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bekerjasama dengan Mayo Clinic di kawasan ekonomi khusus di wilayah Sanur, Denpasar Selatan.  “Pertama di kawasan ekonomi khusus di Sanur dan nanti akan dibangun rumah sakit BUMN yang bekerjasama dengan Mayo. Kemudian, di Sanglah akan dibangun rumah sakit khusus untuk Aesthetic weel-being. Jadi orang datang itu, bisa kelihatan lebih segar, lebih sehat dan lebih cantik dan ganteng ke Bali,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah membangun pusat penelitian bioteknologi di Universitas Udayana (Unud) dan juga kedepannya akan dilakukan pembangunan di Kura-kura Bali.

“Kita bangun pilar keempatnya nanti rencananya di Kura-kura Bali, mungkin nanti ada investasi beberapa perusahaan internasional yang bergerak di bidang kesehatan,” ujarnya.

“Sehingga dengan pelan-pelan nanti bertahap industri kesehatan di Bali. Dan bisa memperkaya tourist-nya (bukan) hanya untuk seni atau keindahan alam sekarang bisa tourist-nya untuk kesehatan,” jelasnya.

Sementara, untuk target market dalam pembangunan Aesthetic Center tidak hanya orang Indonesia tapi tentu dari luar negeri. “Untuk target marketnya orang dari luar dan (juga di Indonesia). Bali itu tidak hanya menyembuhkan orang sakit yang mau meninggal. Jadi, orang yang pengen hidup sehat, pengen kelihatan usianya lanjut tapi fit, lanjut tapi ganteng, cantik, itu di Bali,” ujarnya.