Mengungkap Kaitan antara Eksim dan Stres

0
15

SuratKabarNasional.com- Ketika menghadapi stres, dampaknya bukan cuma tergambar pada raut wajah kita, tapi juga meninggalkan bekas pada siku, pergelangan kaki, dan area lain di tubuh.

Ini karena stres bisa membuat eksim kambuh dan membuat kulit jadi kering, iritasi, dan sangat gatal. Ruam kemerahan itu akan makin berkembang seiring rasa tertekan atau stres yang tak kunjung berakhir. Menurut penjelasan dokter dermatologi Gowri Kabbur, ketika stres tubuh akan melepaskan berbagai hormon-hormon yang berpengaruh pada organ tubuh, termasuk kulit. “Stres juga membuat tubuh melepaskan histamin, zat kimia dalam kekebalan tubuh yang memang berkaitan dengan reaksi alergi.

Histamin juga menyebabkan gatal yang membuat eksim jadi kambuh,” katanya seperti dikutip dari Clevalandclinic.org. Rasa gatal itu makin bertambah parah seiring dengan peningkatan produksi immunoglobulin E (IgE) untuk merespon stres. IgE juga dilepaskan tubuh saat ada reaksi alergi. Dengan kata lain, stres memicu serangkaian reaksi yang dapat mempengaruhi kulit kita. “Jadi, ketika kita stres secara internal, hal itu bisa bermanifestasi di kulit secara eksternal sebagai eksim. Ini adalah tanda nyata dari respons stres tubuh,” katanya.

Bagaimana stres pengaruhi kulit

Kulit punya fungsi besar sebagai pelindung bagian dalam tubuh dari kuman dan bakteri di luar tubuh. Lapisan epidermal ini memiliki mikrobiota yang kompleks dan kelembaban untuk menjaga kesehatan kulit. Stres yang berkepanjangan dapat merusak keseimbangan mikrobiota kulit. Misalnya saja produksi hormon stres akan meningkatkan produksi minyak pada kulit sehngga kulit pun jadi iritasi. Beberapa gejala eksim yang sering ditemui adalah kulit jadi kering, bersisik, gatal, ruam, bengkak, dan kulit menebal. Baca juga: 10 Obat Alami untuk Kulit Gatal yang Bisa Dicoba di Rumah “Semakin kita stres, makin parah gejala kambuhnya eksim karena kaitannya sangat jelas,” kata dokter Saadia Hussain.

Pada orang yang eksimnya sering kambuh, stres akan membuat peradangan kulit makin sering muncul. Untuk mencegah kekambuhan, cobalah untuk mengatur stres tidak sampai mengganggu kehidupan. Salah satu cara paling efektif adalah berolahraga ringan. Olahraga terbukti akan membuat hormon endorfin atau hormon bahagia dilepaskan.