Psikopat Bisa Dikenali dari Tatapan Matanya, Begini Kata Ahli

0
16

SuratKabarNasional.com- Psikopat sering kali digambarkan sebagai orang yang kejam, tidak berperasaan dan kurang memiliki empati dalam berbagai film. Kenyataannya, psikopat tak selalu ditandai perilaku seperti itu.

Dalam terminologi kejiwaan saat ini, pola kekejaman yang sering dikaitkan dengan psikopat secara umum dikenal dengan istilah Antisocial Personality Disorder (APD). Pada tahun 2013, American Psychiatric Association menggambarkan APD sebagai gangguan perilaku dengan sifat tidak berperasaan dan tidak emosional untuk anak-anak berusia 12 tahun ke atas dalam manual diagnostiknya. Ini adalah kondisi serius yang mencerminkan defisit interpersonal. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan perilaku berbahaya.

Tanda psikopat yang terlihat dari mata

Mengutip Psych Central, para peneliti telah mempelajari perilaku visual yang berbeda di antara penderita psikopati. Misalnya, ketika orang normal melihat sesuatu yang mengganggu, pupil matanya membesar, yang merupakan cerminan dari sistem saraf simpatik tubuh.

Namun sebuah penelitian pada 2018 terhadap 82 laki-laki dengan ciri-ciri psikopat interpersonal-afektif, ditemukan penurunan respons pupil mata ketika mereka diperlihatkan gambar-gambar negatif. Sebuah studi berbeda juga menemukan berkurangnya pelebaran pupil di antara psikopat ketika mereka mendengarkan suara-suara negatif, seperti teriakan.

Sementara itu, peneliti juga menemukan bahwa mereka yang memiliki sifat psikopat menghabiskan waktu lebih lama untuk melihat foto yang menggambarkan emosi, seperti rasa sakit dan rasa malu. Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan psikopati melakukan lebih sedikit kontak mata dibandingkan orang yang tidak.

“Terkadang, penderita psikopati menggunakan tatapan mata sebagai cara yang disengaja untuk mengendalikan dan mengintimidasi orang lain,” kata Dr. Naomi Murphy, konsultan dan psikolog forensik dan pendiri Octopus Psychology. “Tetapi tatapan juga bisa mencerminkan kemarahan yang dingin dan keras.” Meski begitu, Murphy menegaskan asumsi bahwa semua individu dengan psikopati memiliki tatapan yang menakutkan adalah keliru.