Meski Melemah, Harga Emas Bertahan di Atas US$ 1.900 karena Konflik Israel-Hamas

0
120

suratkabarnasional.com – Harga emas turun pada Senin (16/10/2023) waktu AS setelah kenaikan signifikan hari sebelumnya sehingga aset safe haven ini bertahan di atas level kunci US$ 1.900 per ons karena meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Harga emas turun 0,64% menjadi US$ 1.919 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 20 September 2023 pada hari sebelumnya. Sementara harga emas berjangka AS ambles 0,4% jadi US$ 1.934.“Kami menilai konsolidasi sehat setelah terjadi kenaikan baru-baru ini, trader melakukan aksi ambil untung (profit taking) wajar dalam jangka pendek,” kata analis Kitco Metals,Jim Wyckoff dikutip CNBC International. Dia mengatakan pelaku pasar menghadapi situasi geopolitik serius di Timur Tengah. “Saya pikir harga emas akan bergerak sideways dan sedikti tinggi dalam beberapa minggu ke depan dengan target US$ 2.000,” kata dia.

Emas, yang digunakan sebagai investasi aman di tengah ketidakpastian politik dan keuangan, telah meningkat lebih US$ 100 sejak jatuh ke level terendah dalam 7 bulan pada 6 Oktober. Kenaikan emas ketika konflik Israel-Hamas memasuki hari ke-10. Para pejabat AS memperingatkan bahwa perang antara Israel dan kelompok militan Hamas dapat meningkat. Kapal perang AS menuju ke wilayah tersebut di tengah meningkatnya bentrokan di perbatasan utara Israel dengan Lebanon.

Investor menunggu informasi lanjutan soal perang Israel-Hamas serta pidato Ketua Federal (the Fed) Reserve Jerome Powell akhir pekan ini untuk mendapatkan kejelasan rencana suku bunga AS. Di tempat lain, harga perak di pasar spot turun 0,49% menjadi US$ 22,588 per ons, platinum naik 1,2% menjadi US$ 891,6 dan paladium naik 0,06% menjadi US$ 1.148.