Mulai Dari Selandia Baru Soal Pilot Susi Air Sampai Ulama Kabur Usai Kritik MBS

0
37

Suratkabarnasional.comSelandia Baru membeberkan sejumlah poin upaya pembebasan Philip Mark Mehrtens, pilot Susi Air yang disandera OPM di Papua menjadi sorotan berita internasional pada Selasa (7/3/2023). Perkembangan perang Rusia vs Ukraina sampai cerita sekte sesat di Korea Selatan juga menjadi perhatian.

Berikut kilas berita internasional kemarin:

Seorang ulama Arab Saudi dilaporkan melarikan diri dari negara usai melontarkan kritik kepada pemerintahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Diberitakan Middle East Eye, ulama bernama Emad Al Moubayed mulanya dikabarkan hilang oleh halaman Twitter The Prisoners of Conscience setelah membuat unggahan berisi komentar terhadap pemerintah Saudi pekan lalu. Status Twitter itu mengatakan tak ada kabar dari Al Moubayed sejak ia mengunggah video pada 1 Maret yang ditujukan pada Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), dan kepala hiburan kerajaan Turki Al Sheikh.

Kekasih Presiden Rusia Vladimir Putin, Alina Kabaeva, mengaku sangat bahagia dengan hubungan percintaannya. Dalam sebuah wawancara yang direkam 15 tahun lalu dan terungkap baru-baru ini, mantan atlet senam ritmik ini mengatakan tengah menjalin hubungan dengan ‘pria ideal.’ Putin dan Kabaeva tidak pernah mengaku terlibat hubungan asmara. Namun rumor ini sudah muncul sejak 2008, dan pertama kali dilaporkan oleh salah satu surat kabar di Moskow.

Sekte di Korea Selatan, Baby Garden (Taman Bayi), menjadi perbincangan usai Netflix menayangkan serial dokumenter berjudul Name of God: The Holy Betrayal pada awal Maret. Kim Ki Soon mendirikan sekte Kristen, Baby Garden, di Korea Selatan pada 1982. Beberapa pihak menyebut dia predator seksual. Baby Garden memiliki aturan yang ketat dan setiap anggota harus mematuhinya.

Selandia Baru buka suara terkait upaya pembebasan warga negaranya yang merupakan pilot pesawat Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang masih disandera kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebulan terakhir. Kementerian Luar Negeri Selandia Baru memaparkan tiga poin terkait upaya pembebasan Philip.